News Sticker

  SUKSESKAN PEMBANGUNAN JAKARTA 2017-2022   HADIRILAH DISKUSI BETAWI KITA SETIAP BULAN DI MINGGU KE-3    PERGUB NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG IKON BUDAYA BETAWI RESMI DITANDATANGANI OLEH (PLT) GUBERNUR DKI JAKARTA (1/2/2017)    PERATURAN GUBERNUR(PERGUB) IKON BUDAYA BETAWI ANTARA LAIN ONDEL-ONDEL, KEMBANG KELAPA, ORNAMEN GIGI BALANG, BAJU SADARIAH KEBAYA KERANCANG, BATIK BETAWI, KERAK TELOR DAN BIR PLETOK 

Aksi Jawara Betawi, Pesan Dunia Untuk Kemanusiaan Di Myanmyar

Andri Nugraha September 2017 Jawara Betawi


Kejahatan kemanusiaan yang berkepanjangan di Rakhine, Myanmar. Telah menciderai rasa kemanusiaan tanpa batas negara. Kaum Rohingnya yang terasing di negara Myanmar terusir dari wilayah Rakhine yang dikenal memiliki sumber gas dan minyak yang terbesar di negara tersebut.

Hal itulah yang menjadi alasan bagi para Jawara Betawi yang tergabung di Brigade 411 Jawara Betawi untuk bergerak dalam aksi simpatik di kedutaan besar Myanmar dan mengutuk keras pemerintah Myanmar atas kekerasan yang dialami oleh kaum Rohingnya.

Diskusi

Para Jawara Betawi bersama ribuan umat muslim mendatangi kedutaan besar Myanmar, mendesak pemerintahan Myanmar untuk segera menghentikan konflik serta mengutuk keras kejahatan kemanusiaan yang menimpa kaum Rohingnya, Rabu (6/9/2017).

Ditemui dilokasi aksi, H. Basyir Bustomi yang menjadi Panglima Brigade 411 Jawara Betawi mengatakan, bahwa aksi ini murni gerakan moril dan kemanusiaan dari para jawara-jawara Betawi yang terpanggil dan terusik rasa kemanusiaan pada peristiwa yang menimpa saudara mereka kaum Rohingnya di Rakhine, Myanmar.

"Kami disini hadir untuk kemanusiaan, kami ingin memberikan pesan kepada Dunia, kalau kami para Jawara Betawi mengutuk keras kejahatan kemanusiaan yang menimpa saudara kami kaum Rohingnya," ujar pria yang sekaligus Guru besar Silat Beksi.

Diskusi

Perlu diketahui, bahwa gerakan kaum pesilat serta jawara Betawi se-Jabodetabek yang tergabung dengan wadah Brigade 411 Jawara Betawi, terbentuk secara spontan atas kegelisahan dari para Jawara Betawi pada kasus penistaan agama dan kriminalisasi ulama yang terjadi beberapa waktu silam di Jakarta.

Kami berdiri sendiri, tidak ada sangkut paut dari lembaga, ormas dan partai apapun dalam setiap aksi kami. Sesuai dengan moto kami, bahwa Jawara dan Ulama sejatinya bersatu," cetus H. Basyir Bustomi.

"Mengenai pencatutan nama dan identitas disetiap aksi kami, kami Brigade 411 Jawara Betawi menyatakan bahwa hal tersebut merupakan tindakan seseorang atau kelompok yang mencari keuntungan dari aksi kami tanpa adanya pemberitahuan apapun kepada kami terlebih dahulu," ujarnya dengan tegas

Related Post

$(document).ready(function() {$('img#closed').click(function(){$('#bl_banner').hide(90);});});
close
Banner iklan disini