News Sticker

  PASTIKAN DIRI ANDA TERDAFTAR DALAM MENSUKSESKAN PEMILIHAN DAERAH GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR DKI JAKARTA PUTARAN KE-2 (19 APRIL 2017)   SALAH SATU PASANGAN CALON YANG MASUK KE PUTARAN KE-2 ADALAH PASANGAN ANIES & SANDI    PERGUB NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG IKON BUDAYA BETAWI RESMI DITANDATANGANI OLEH (PLT) GUBERNUR DKI JAKARTA (1/2/2017) ;   PERATURAN GUBERNUR(PERGUB) IKON BUDAYA BETAWI ANTARA LAIN ONDEL-ONDEL, KEMBANG KELAPA, ORNAMEN GIGI BALANG, BAJU SADARIAH KEBAYA KERANCANG, BATIK BETAWI, KERAK TELOR DAN BIR PLETOK 

BANG WIN LEBE, SI PENYEDAP LENTENG AGUNG RASA SILAT BETAWI

Andri Nugraha September 2017 seni & budaya


Pada Rabu malam (6 September 2017) kegiatan dipenuhi oleh anak-anak yang melakukan aktifitas rutin latihan silat yang berlokasi di Lenteng Agung, tepatnya di jalan Joko VII. Terlihat antusiasme di raut mereka untuk menyerap ilmu yang diajarkan oleh bang Lebe, guru sekaligus ketua Sanggar Macan Kumbang.

Ditemui di lokasi sanggar silat, kegiatan latihan silat bertujuan untuk membentuk karakter individu yang tangguh dan bertanggung jawab disetiap diri murid yang belajar seni beladiri silat, ujar bang Lebe.

Hingga kini Sanggar Macan Kumbang yang diketuai langsung olehnya memberikan dampak positif di lingkungan setempat, mulai dari partisipasi sanggar silat yang membantu warga dalam kegiatan di lingkungan RT/RW baik di bidang seni & budaya hingga didalam dunia keagamaan.

"Sejatinya seni beladiri silat yang diajarkan oleh bang Lebe mengedepankan sifat yang menghormati kepada yang lebih tua bukan untuk sok jagoan," ujar Fikar (salah satu pengajar di sanggar Macan Kumbang)

Diskusi

Silat yang diajarkan di Sanggar Macan Kumbang merupakan silat tradisi Betawi yang beralirkan silat Cingkrik, beliaulah yang memperkenalkan silat Cingkrik ke masyarakat di Lenteng Agung, yang direspon secara positif oleh pemuda-pemuda setempat, dengan banyaknya pemuda-pemuda setempat yang ikut belajar silat di sanggar Macan Kumbang.

Dampak positif yang ditularkan bang Lebe melalui silat ke pemuda-pemuda, melalui wadah sanggar Macan Kumbang diakui oleh warga memberikan manfaat, seperti lingkungan yang lebih aman dan kondisif, beralihnya pemuda-pemuda setempat untuk tidak tawuran dan tidak lagi mengkonsumsi narkoba serta minuman keras.

"Dengan silat kita banyak saudara, dan dengan silat kita dekat dengan agama," imbuh bang Lebe.

Related Post

$(document).ready(function() {$('img#closed').click(function(){$('#bl_banner').hide(90);});});
close
Banner iklan disini