News Sticker

  SUKSESKAN PEMBANGUNAN JAKARTA 2017-2022   HADIRILAH DISKUSI BETAWI KITA SETIAP BULAN DI MINGGU KE-3    PERGUB NOMOR 11 TAHUN 2017 TENTANG IKON BUDAYA BETAWI RESMI DITANDATANGANI OLEH (PLT) GUBERNUR DKI JAKARTA (1/2/2017)    PERATURAN GUBERNUR(PERGUB) IKON BUDAYA BETAWI ANTARA LAIN ONDEL-ONDEL, KEMBANG KELAPA, ORNAMEN GIGI BALANG, BAJU SADARIAH KEBAYA KERANCANG, BATIK BETAWI, KERAK TELOR DAN BIR PLETOK 

Babe Idin, Melestarikan Peradaban Bilah Nusantara Dimulai Dari Pinggir Sungai Pasanggrahan

Andri Nugraha September 2017 Bilah Nusantara


Peradaban Nusantara telah mencapai kemajuan dalam hal metalurgi bilah, hal tersebut didasari dengan ditemukannya bilah senjata tajam yang ada di Nusantara yang memiliki kandungan logam meteoroit. Berbagai produk metalogi Nusantara, salah satunya adalah metalurgi dalam produk bilah atau senjata tajam, baik senjata tajam yang digunakan untuk pertahanan diri hingga senjata tajan yang kegunaannya sebagai simbol kekuasaan bagi pemiliknya.

Dikawasan hutan Kota yang yang dialiri sungai Pasanggrahan, H. Khaerudin atau biasa yang dikenal babe Idin, mencoba untuk mempertahankan dan mengenalkan kembali teknologi leluhur bangsa dalam hal dunia metalurgi. Dikawasan yang ia beri nama Sangga Buana, beliau mencoba menghidupkan kembali peradaban metalurgi bilah Nusantara.

Diskusi

Menurutnya awal suatu peradaban dimulai dari sumber mata air salah satunya sungai Pasanggrahan, dan dari sungai pulalah manusia menciptakan perkakas yang sederhana sebagai dasar terciptanya alat pertanian dan bilah senjata tajam yang terbuat dari logam. Hal tersebut didasari oleh benda-benda yang pernah ditemukan di bantaran sungai Pasanggrahan, salah satunya berupa golok dan juga pisau.

Diskusi

Dadan Sudjati atau lebih akrab dipanggil kang Dadan, seorang pengrajin bilah yang tergabung dalam komunitas Kampus Bambu di kawasan Sangga Buana, mengutarakan," bahwa teknologi dan kualitas bilah kita tidak kalah dengan bangsa lain, malah kita lebih unggul dari peradaban bangsa lain dalam hal banyaknya jenis bilah yang ada di Nusantara" ujar pria menjadi salah satu penggerak bilah di Indonesia.

Lain halnya Ario, seorang pengrajin bilah yang masih muda. Ia mulai mengenal dan menekuni proses pembuatan bilah didasari ketertarikannya tentang sifat logam, menurutnya "proses pembuatan sebuah bilah memerlukan tahapan proses yang wajib dilalui secara benar dan baik, bila tidak maka hasil bilah tersebut tidak sempurna dan mengurangi kualitas bilah tersebut," ujarnya, ketika ditemui di bengkel produksi bilah yang terasa sejuk dan teduh, dikelilingi oleh hutan bambu.

Diskusi

pada saat Lebaran Betawi 2017 di Setu Babakan, Kampus Bambu Bilah Sangga Buana kali Pasanggrahan ikut serta dalam hajatan tersebut, stand mereka dikunjungi oleh Gubernur DKI Djarot Syaeful Hidayat dan Presiden RI Joko Widodo. Bahakan wakil Gubernur terpilih 2017, Sandiaga Uno turut menyambangi stand bilah dengan ikut serta dalam menempa logam panas.

Saat ini kegiatan menempa dan memproduksi bilah di Sangga Buana, kali Pasanggrahan, sering dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai kalanagan, baik untuk memesan bilah senjata tajam berupa pisau dan golok maupun berkunjung hanya untuk melihat proses pembuatan bilah saja.

Diskusi

Dengan tegas babe Idin berujar, " bahwa peradaban bilah Nusantara memiliki peran penting dalam pembentukan negara Indonesia dan dapat mempersatukan berbagai elemen bangsa untuk mengenal kembali peradaban leluhur kita. Peradaban dimulai dari sungai dan peran bilah tidak dapat dipisahkan dari suatu peradaban bangsa.," ujar Jawara kali Pasanggrahan tersebut.

Tak lupa pria yang dinobatkan Negara melalui peraih piagam Kalpataru itu, mengingatkan sebagai tuan rumah yang baik, untuk mengajak dan mensukseskan acara pada bulan November 2017. Dengan diselenggarakan Festival Bilah Nusantara yang diadakan di kawasan Hutan Kota Kali Pasanggrahan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Related Post

$(document).ready(function() {$('img#closed').click(function(){$('#bl_banner').hide(90);});});
close
Banner iklan disini